Minggu, 20 September 2015

[bs] SIMULASI GERAK PELURU

Persamaan gerak peluru



Simulasi gerak peluru :



Program simulasi gerak peluru dengan matlab :


% Program gerak projectile
% Andri Sofyan Husein

clear all
clc

h = figure(1);
set(h,'Position',[100 100 500 280]); 
set(gcf,'Color',[1 1 1]) 

V0 = 3;               % kecepatan awal projectile (mtere/second)
g  = 9.8;              % konstanta percepatan gravitasi (meter/second^2)

theta_1 = 30*pi/180;  % sudut projectile 1
theta_2 = 45*pi/180;  % sudut projectile 2
theta_3 = 65*pi/180;  % sudut projectile 3

x0 = 0.5;   % Posisi horizontal mula-mula (meter)
y0 = 0;      % Posisi vertikal mula-mula   (meter)

t_end_1 = 2*V0*sin(theta_1)/(g);
t_end_2 = 2*V0*sin(theta_2)/(g);
t_end_3 = 2*V0*sin(theta_3)/(g);

dt = t_end_3/200;
t1 = 0:dt:t_end_3;

x_k1 = x0+V0.*t1.*cos(theta_1);
y_k1 = y0+V0.*t1.*sin(theta_1)-0.5.*g.*t1.^2;

x_k2 = x0+V0.*t1.*cos(theta_2);
y_k2 = y0+V0.*t1.*sin(theta_2)-0.5.*g.*t1.^2;

x_k3 = x0+V0.*t1.*cos(theta_3);
y_k3 = y0+V0.*t1.*sin(theta_3)-0.5.*g.*t1.^2;


Horizontal = x0+V0*t_end_3*cos(theta_3);
Vertikal   = y0+V0^2*sin(theta_2)^2/(2*g);

figure(1)
plot(x_k1,y_k1,'r-.','LineWidth',1)
axis([0.8*x0 1.3*Horizontal 0 1.8*Vertikal])
title('Mekanika Klasik: Projectile')
hold on
plot(x_k2,y_k2,'b-.','LineWidth',1)
plot(x_k3,y_k3,'k-.','LineWidth',1)
legend('\theta = 30^o','\theta = 45^o','\theta = 65^o')
text(x0-.05,1.5*Vertikal,sprintf('V0 = 3 m/s'),'fontsize',10); 

xlabel('x(meter)')
ylabel('y(meter)')
set(gca,'fontsize',10)

head1=line(x0,y0,'color','r','linestyle','.','erasemode','xor','markersize',30);
head2=line(x0,y0,'color','b','linestyle','.','erasemode','xor','markersize',30);
head3=line(x0,y0,'color','k','linestyle','.','erasemode','xor','markersize',30);

t = 0;
poto = 0;
while t<t_end_3
    poto = poto+1;
    t = t+dt;
    
    
    x1 = x0+V0.*t.*cos(theta_1);
    y1 = y0+V0.*t.*sin(theta_1)-0.5.*g.*t.^2;
    
    x2 = x0+V0.*t.*cos(theta_2);
    y2 = y0+V0.*t.*sin(theta_2)-0.5.*g.*t.^2;
    x3 = x0+V0.*t.*cos(theta_3);
    y3 = y0+V0.*t.*sin(theta_3)-0.5.*g.*t.^2;
    
    set(head1,'xdata',x1,'ydata',y1);
    set(head2,'xdata',x2,'ydata',y2);
    set(head3,'xdata',x3,'ydata',y3);
    M(poto)=getframe(h);
      
    drawnow;
    % saveas(gcf, ['fig' ,num2str(poto),'.png']);
end
movie2avi(M,'Projectile.avi', 'compression', 'none');


    


Senin, 07 September 2015

[bs] TEMPLATE LATEX UNTUK MENULIS SEKRIPSI, TESIS, DESERTASI

Oleh

Andri Husein dan Miftachul Hadi


Secara sederhana template adalah formulir. Template sekripsi, tesis, desertasi dengan demikian dapat diartikan  formulir isian yang perlu diisi dengan materi tersebut. Sehingga penulis cukup mengisinya dengan tulisan, gambar, tabel, diagram dll, tanpa perlu mencurahkan banyak pikiran/tenaga untuk mengatur layout (bab, subbab, banyaknya spasi, ukuran font, dll). Namun tentu saja, layout tesis tiap kampus sedikit berbeda. Sehingga pemahaman tentang menulis dalam latex sedikit diperlukan supaya dapat menggunakan template ini dengan optimal dan mampu melakukan perubahan minor seperlunya untuk menyesuaikan dengan desain di kampus masing-masing.

Template LaTeX versi 1.1 ini adalah modifikasi dari template versi 1.03 yang disusun oleh Andreas Febrian (Fasilkom UI), dkk. Satu prinsip dasar yang diubah adalah perintah sitasi (\cite) dan daftar referensi (bibtex) yang terbatas untuk model sitasi dan daftar referensi numerik. Untuk mengakomodasi dua model sitasi tesis yang lain yakni parenthetical (nama penulis disertai tahun dalam tanda kurung) atau textual (nama penulis disertai tahun di dalam tanda kurung), telah digunakan \usepackage{natbib} dalam template versi 1.1 ini. Paket tersebut mampu mengakomodasi ketiga macam sitasi tersebut. Selanjutnya, untuk konfigurasi daftar referensi telah digunakan file .bst. Terdapat banyak (puluhan, bahkan mungkin ratusan macam konfigurasi file .bst). Secara khusus, untuk menyesuaikan dengan gaya referensi lokal, telah digunakan blueskysci.bst dan blueskyphy.bst yang disusun berdasarkan plainnat.bst. Jika gaya pustaka yang diinginkan adalah Vol(No) sebagai contoh 34(12), gunakan blueskysci.bst sedangkan jika gaya pustaka yang diinginkan adalah Vol. No sebagai contoh Vol. 34, No. 12, gunakan blueskyphy.bst. Jika Anda berminat menggunakan gaya sitasi numerik, bisa gunakan, salah satunya, ieeetr.bst (search via google). Deled file .bbl (jika ada) sebelum mencoba file .bst yang baru.

Perlu diketahui bahwa konfigurasi file .bst sangat erat kaitanya dengan daftar input referensi Anda dalam file .bib. Sebagai contoh, data pada file . bib sebagai berikut,

@online{jacobi,
author    = {Weisstein, Eric W.},
title         = {Jacobi Differential Equation},
subtitle   = {From MathWorld--A Wolfram Web Resource},
year        = {2015},
url           = {http://mathworld.wolfram.com/JacobiDifferentialEquation.html},
bulan       = {Juni},
tanggal    = {23},
}


kami mendeklarasikan variabel "bulan" dan "tanggal" dalam file .bib karena dalam konfigurasi blueskysci.bst dan blueskyphy.bst, variabel "bulan" dan "tanggal" diperlukan oleh FUNCTION{online} dalam kedua file .bst modifikasi tersebut. Jika Anda menggunakan file .bst lain (hasil seraching di google), maka variabel "bulan" dan "tanggal" tidak akan dikenali. Ada baiknya Anda membuka/membaca file .bst yang akan digunakan dan melihat daftar apa saja yang akan diproses oleh FUNCTION-nya.


Sebagai contoh. Pada blueskysci.bst,

FUNCTION {online}
{ output.bibitem
format.authors output
author format.key output
new.sentence
format.date "year" output.check
new.block
format.title "title" output.check
new.sentence
format.subtitle "subtitle" output.check
address output
format.url output
format.isbn output
format.doi output
format.akses output
format.dino output
format.wulan output
format.taun output
new.block
note output
fin.entry
}


Terdapat variabel "akses", "dino", "wulan", "taun" yang akan memproses input "tanggal", "bulan" dan "year" dari file .bib.

File blueskysci.bst dan blueskyphy.bst secara khusus akan memproses input berupa @bachelorthesis (laporan sekripsi), @mastersthesis (laporan tesis master), @phdthesis (laporan desertasi), @article (junal ilmiah), @online (sumber online), @book (buku dengan author), @inbook (buku dengan author dan tim editor) sesuai standar penulisan daftar pustaka di Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (karena hanya buku panduan dari kampus tersebut yang kami miliki untuk menyusun ulang file .bst dari model awal yakni plainnat.bst). Pada input jenis lain misalnya  @booklet (buku saku), @incollection, @inproceedings, @conference, @misc (gunakan ini jika Anda bingung mendefinisikan jenis referensi yang diperoleh), @proceedings, @techreport, @unpublished, akan diproses sebagaimana aselinya plainnat.bst. Karena terbatasnya waktu, beberapa function terakhir tersebut belum sempat kami olah.  


Akhir kata. Template LaTeX versi 1.1 ini telah menggunakan susunan kalimat yang random (random contents) dengan sitasi dan daftar pustaka yang tidak sesuai pada tempatnya atau bersifat karangan belaka. Hal itu dimaksudkan semata-mata agar memberikan kesan realistik kepada pembaca/pengguna dan sama sekali tidak bermaksud untuk menyesatkan, melecehkan atau memberi informasi palsu. Dengan bantuan kalimat-kalimat random tersebut diharapkan pengguna template dapat mempelajari dan menggunakan template dengan lebih mudah.


Untuk menjalankan template, download free software MiKTeX.

Upgrade model d: 20/09/2015 \hyphenation & \addtocontents{toc},{lof},{lot} : Template v 1.1
Upgrade model c: 20/09/2015 \hyphenation & \addtocontents{toc},{lof},{lot} : Template v 1.1
Upgrade model b: 20/09/2015 \hyphenation & \addtocontents{toc},{lof},{lot} : Template v 1.1
Upgrade model a: 20/09/2015 \hyphenation & \addtocontents{toc},{lof},{lot} : Template v 1.1

Update : 13/09/2015 : variasi daftar isi model d: Template v 1.1
Update : 13/09/2015 : variasi daftar isi model c: Template v 1.1
Update : 13/09/2015 : variasi daftar isi model b: Template v 1.1
Update : 13/09/2015 : variasi daftar isi model a: Template v 1.1
Revisi   : 11/09/2015:  Template v 1.1
Revisi   : 07/09/2015: cover/fontsize/14pt is missing. Template v 1.1


Jika brokenlink, copy paste URL sbb :
https://www.dropbox.com/s/ok5015gqhr9hg21/Template%20Tesis%20LaTeX%20Indonesia%20v1.1_revisi_13_Sep_2015c.zip?dl=0


Selasa, 28 Mei 2013

[bs] Osilator Harmonik


Matlab code :

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
% Quantum mechanic I, page 138                   %             
% Computing osilation psi_v2                     %       
% Andri Husein, 27 Mei 2013                      %    
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

clear all
close all
clc

hbar  = 1.054e-34;    % Plank's constant
melec = 9.1e-31;      % Mass of an electron
eVtoJ = 1.6e-19;      % Energy conversion factors eV to Joule
E0 = 13.6*eVtoJ;

delta_x = .1e-11;
x_min = -300;
x_max =  300;
dx    = (x_max - x_min)/300;

x = (x_min:dx:x_max)*delta_x; % a.u

syms y;
n = 0;
omega0  = 2*E0/hbar;
alpha0  = sqrt(melec*omega0/hbar);
N0      = sqrt(alpha0/sqrt(pi));
h0      = 1;

qu = 8;
for s=1:qu
    n=n+1;
    E(s)=(n+0.5)*E0;
    omega(s) = E(s)/hbar;  
    alpha(s) = sqrt(melec*omega(s)/hbar);   
    N(s)= sqrt(alpha(s)/((2^n)*factorial(n)*sqrt(pi)));   
    h(s) = (-1)^n*exp(y.^2)*diff(exp(-y^2),y,n);
   
end
EE       = [E0 E];
w        = [omega0 omega];
alph     = [alpha0 alpha];
Normal   = [N0 N];
Hermit   = [h0 h];
V = 0.5*melec*w(6)^2*x.^2;

for s=1:qu+1;
psi(s) = Normal(s)*Hermit(s)*exp(-y^2/2);
end
psi_1=subs(psi(1),y,alph(1)*x);
psi_2=subs(psi(2),y,alph(2)*x);
psi_3=subs(psi(3),y,alph(3)*x);
psi_4=subs(psi(4),y,alph(4)*x);
psi_5=subs(psi(5),y,alph(5)*x);
psi_6=subs(psi(6),y,alph(6)*x);
psi_7=subs(psi(7),y,alph(7)*x);
psi_8=subs(psi(8),y,alph(8)*x);
psi_9=subs(psi(9),y,alph(9)*x);

h = figure(1);
set(h,'Position',[100 100 800 500]);% frame position to display
set(gcf,'Color',[1 1 1])

T  = 0;
dt = 5e-18;
i = sqrt(-1);
photo = 0;
for t_step=1:200
    photo=photo+1;
    T = T+1;
    y1(t_step)=exp(-i*w(1)*T*dt);
    y2(t_step)=exp(-i*w(2)*T*dt);
    y3(t_step)=exp(-i*w(3)*T*dt);
    y4(t_step)=exp(-i*w(4)*T*dt);
    y5(t_step)=exp(-i*w(5)*T*dt);
    y6(t_step)=exp(-i*w(6)*T*dt);
    y7(t_step)=exp(-i*w(7)*T*dt);
    y8(t_step)=exp(-i*w(8)*T*dt);
    y9(t_step)=exp(-i*w(9)*T*dt);
   
    PSIX_1=psi_1*y1(t_step);
    PSIX_2=psi_2*y2(t_step);
    PSIX_3=psi_3*y3(t_step);
    PSIX_4=psi_4*y4(t_step);
    PSIX_5=psi_5*y5(t_step);
    PSIX_6=psi_6*y6(t_step);
    PSIX_7=psi_7*y7(t_step);
    PSIX_8=psi_8*y8(t_step);
    PSIX_9=psi_9*y9(t_step);
   
    plot(x,PSIX_1*1e-5+1,'r','LineWidth',2)
    axis([-3*1e-10 3*1e-10 0 19])
    hold on
    plot(x,PSIX_2*1e-5+3,'g','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_3*1e-5+5,'b','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_4*1e-5+7,'m','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_5*1e-5+9,'y','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_6*1e-5+11,'c','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_7*1e-5+13,'r','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_8*1e-5+15,'g','LineWidth',2)
    plot(x,PSIX_9*1e-5+17,'b','LineWidth',2)   
    plot(x,V*(19/5e-16),'k--','LineWidth',2)   
    hold off
    text(1.5*1e-10,18,sprintf('t = %5.3f fs',T*dt*1e15),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,1.4,sprintf('n = 0'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,3.4,sprintf('n = 1'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,5.4,sprintf('n = 2'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,7.4,sprintf('n = 3'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,9.4,sprintf('n = 4'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,11.4,sprintf('n = 5'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,13.4,sprintf('n = 6'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,15.4,sprintf('n = 7'),'fontsize',14);
    text(-2.5*1e-10,17.4,sprintf('n = 8'),'fontsize',14);
   
    set(gca,'fontsize',14)
    xlabel('x (meter)')
    ylabel('\psi (x,t)')
    set(gca,'YTick',0:4:19)
    box off
      

M(t_step)=getframe(h);
%M=getframe(h);
%[X, map] = frame2im(M);
%imwrite(X,['fig' ,num2str(photo),'.png']);
end
movie2avi(M,'Osilator.avi', 'compression', 'none')

Referensi :

Dra. Suparmi, M.A., Ph.D, Mekanika Kuantum I, Jurusan Fisika Fakultas MIPA, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, ISBN 978-602-99344-1-0, pages 121 - 138, Juli 2011.


Senin, 13 Mei 2013

[bs] Gerak Partikel Bermuatan dalam Medan Magnet

Berikut ini, kami akan membahas pengaruh medan magnet pada partikel bermuatan. Secara klasik, gaya pada sebuah partikel bermuatan dalam medan listrik (E) dan medan magnet (B) ditentukan oleh hukum gaya Lorentz. 




Kamis, 02 Mei 2013

[bs] Atom Hidrogen - Edisi Revisi


Atom Hidrogen merupakan atom paling sederhana yang terdiri dari satu proton sebagai nukleus dan satu elektron yang mengitarinya. Pada bab ini akan diuraikan penyelesaian persamaan Schrodinger untuk atom hidrogen dan aplikasinya. Persamaan Schrodinger untuk mendiskripsikan gerak elektron relatif terhadap proton sehingga energi potensial sistem adalah energi potensial elektron yang terikat pada inti. Karena elektron mengorbit inti pada kulit yang berbentuk bola maka fungsi gelombang dan tingkat energi elektron ditentukan berdasarkan penyelesaian persamaan Schrodinger dengan koordinat bola. Hasil dari penyelesaian persamaan Schrodinger untuk atom Hidrogen dapat digunakan untuk menjelaskan teori atom Bohr dan sebagai dasar teori atom secara umum.










Penyelesaian persamaan Schrodinger untuk atom Hidrogen dapat dibagi menjadi dua tahap yakni penyelesaian bagian sudut dan penyelesian bagian radial. Pada catatan ini kami menyusun pendekatan numerik yang sederhana berdasarkan metode yang disusun Sasha [3] untuk menyelesaikan persamaan Schrodinger bagian sudut atom Hidrogen. Penyelesaian analitik dapat dijumpai pada [1],[2].



Selasa, 30 April 2013

[bs] review : Pendekatan Analitik Terhadap Karakter Spektral Antarmuka Gradasi Meliputi Indeks Refraksi Negatif pada Komposit Nano

Kami menyelidiki struktur elektrodinamika komposit nano dengan permetivitas dielektrik dan permeabilitas magnet negatif, atau yang populer dengan sebutan left-handed metamaterials. Kami menghitung solusi analitik ab-initio terhadap persamaan Helmholtz untuk antarmuka dengan gradien indeks refraksi antara positif dan negatif. Kami menyusun ekspresi intensitas medan jauh dalam formulasi hipergeometrik. Hasil yang diperoleh dapat diterapkan secara umum untuk antarmuka negatif-positif dan dapat juga diterapkan untuk positif-positif dan negatif-negatif.


Judul paper: Ab Initio Analytical Approach to Spectral Behavior of Graded Interfaces Incorporating Negative-Index Nanocomposites.

Penulis 1: Nils Dalarsson, Royal Institute of Technology, Stockholm, Sweden.

Penulis 2: Zoran Jaksic, HTM Institute of Microelectronic Technologies and Single Crystals, Belgrade, Serbia and Montenegro.

Penulis 3: Milan Maksimovic, HTM Institute of Microelectronic Technologies and Single
Crystals, Belgrade, Serbia and Montenegro.

Penerbit : Proc. 1st International Workshop on Nanoscience & Nanotechnology IWON 2005 Belgrade, Serbia and Montenegro, November 15 - 18, 2005.

Tahun terbit : 2005.



[bs] deoxyribonucleic acid

Proses biologi--mekarnya sebuah bunga, peristiwa penyerbukan, pembelahan sel, transkripsi  deoxyribonucleic acid (DNA), rotasi DNA dan sebagai nya, adalah beberapa fenomen alam yang sangat menarik dan banyak diabadikan dalam rekaman video. Di sini kita akan membuat satu paket materi belajar dengan memanfaatkan salah satu video tersebut.




Unduh artikel

Jumat, 19 April 2013

[Give Away BAW 1st] menetas

Give me "G" ... Give me "A" ... Give me "B" ... Give Away BAW ... TARAAAAA !!!!! Kedip kedipin maata .. suiitt ... suiittt ... cetak ... cetuk ... JegerRRRrrr !!!!


Well, tulisan ini di dedikasikan untuk launching grup yang telah satu tahun lamanya di erami dan sekarang saat nya MENETASSS .... iyik iyik iyik .... :D.


Selamat datang di suatu masa dimana ide kita akan hidup selamanya .... Selamat datang di Be a Writer.


Apaaa Kau bilaaaaang ??? Ingin bergabung katamuuuu ?? Hemmm ....kasih tahu ga yaaa ??? HI-HI-HI-HI-HI-HI-HI ......Itu sih GAMPANG .... cari saja yang tampang nya paling GALAK di blog kami ---->http://bawindonesia.blogspot.com/ -----> request pertemanan di facebook beliau dan ajukan PERMINTAAN keanggotaan .....


Apahh katamuuu ??? Ribetttt ??? Susahhhh ??? Huh .. kau tak punya selera HUMOR sasekali ... kalau kau tak bisa menemukan siapa saja RATUU KATAK di sana sebaiknya kau berfikir ulang untuk bergabung karena grup tersebut akan terlalu KERAS untuk mu yang MANJA itu .... kau tak akan HANCUR di sana sebelum menjadi INTAN.... : D :D :D :D





Sabtu, 13 April 2013

[bs] Free Wall Paper Interferensi Cahaya

Salam. Hay guys ... jumpa lagi dengan saya :)

Sebagai penikmat sains saya perlu mendukung hadirnya wall paper yang bersifat sains, true science :). Berikut ini contoh wall paper untuk beberapa ukuran hp atau iPhone.


Tema wall paper ini adalah interferensi cahaya. Wall paper dibuat dengan algoritma FDTD mengganakan software matlab. 



Nokia 5130 Express Music (240x320) pixel




Android (1920x1200) pixel




iPhone (1024x768) pixel




[bs] Baner Phase Portrait (official version)

Hay guys ... mungkin kau suka mengoleksi macam-macam baner ? Nah ini salah satu baner resmi kita ... di simpan yang baik ya ... barangkali nanti saya pinjam :)




Senin, 25 Maret 2013

[bs] Menayangkan animasi dalam ebook

Hay bro ... kali ini kita akan membahas bagaimana membuat animasi untuk buku-buku elektronik (ebook). Apa yang kira-kira terbayang dari topik bahasan kali ini ? Sulitkah ? Hemmm ... tak sesulit itu kok bro ...daripada bingung, langsung saja kamu download jurnal nya di sini ---> Menayangkan Animasi dalam Ebook


Revisi v2. New features :
[1] metode untuk menampilkan lebih dari satu animasi dengan nama file yang sama
[2] animasi interferensi cahaya

Download

Rabu, 13 Maret 2013

[bs] 2D Schrodinger Equation

1. Tanpa menggunakan absorbing bounday condition




2. Menggunakan absorbing bounday condition





3. Simulasi melibatkan potensial barier dengan menggunakan absorbing bounday condition





Referensi

Frederick Ira Moxley dan Weizhong Dai, A G-FDTD Method for Soling the Multi Dimensional Time-Dependent Schrodinger Equation, http://arxiv.org/abs/1212.0801, Desember 2012.

Frederick Ira Moxley III, Fei Zhu, Weizhong Dai, A Generalized FDTD Method with Absorbing Boundary Condition for Solving a Time-Dependent Linear Schrodinger Equation, http://www.scirp.org/journal/PaperInformation.aspx?paperID=23155, 2012.

Jumat, 08 Maret 2013

[bs] Simulating Stationary Solution of Schrodinger Equation

Ketika partikel (elektron) terperangkap dalam sumur potensial tak berhingga ia suka-tidak-suka harus menempati panjang gelombang tertentu. Prinsip ini dikenal sebagai asas kuantisasi energi/panjang gelombang. Asas kuantisasi energi menyatakan bahwa energi partikel harus merupakan kelipatan bilangan bulat dari bilangan kuantum kuantisasi (n). Sebuah partikel dalam sumur potensial tak berhingga dapat memunyai satu keadaan kuantum atau lebih dari satu keadan kuantum, yang disebut juga dengan keadaan superposisi. Berikut ini simulasi beberapa keadaan superposisi fungsi gelombang (eigenfunction) partikel dari 5 bilangan kuantum pertama yang diizinkan dalam potensial dengan lebar 10 nm. Simulasi dibagi menjadi 4 window. Khusus dalam window fungsi gelombang (eigenfunction) kurva warna biru adalah psi(x,t)_real, yakni komponen real dari fungsi psi kompleks, sedangkan warna merah adalah komponen imajiner nya.


1. Probabilitas superposisi eigenfunction dari bilangan quantum 1 dan 2.




Matlab demo : probabilitas  superposisi  eigenfunction antara n = 1 dan n = 2.




2. Probabilitas superposisi eigenfunction dari bilangan quantum 1 dan 3.




Matlab demo : probabilitas  superposisi  eigenfunction antara n = 1 dan n = 3.




3. Probabilitas superposisi eigenfunction dari bilangan quantum 2 dan 4.




Matlab demo : probabilitas  superposisi  eigenfunction antara n = 2 dan n = 4.





4. Probabilitas superposisi eigenfunction dari bilangan quantum 2 dan 5.




Matlab demo : probabilitas  superposisi  eigenfunction antara n = 2 dan n = 5.





[bs] Simulating Non-stationary Solution of Schrodinger Equation


1. Non-stationary solution




1.2 Matlab demo: probability wave function






1.3 Matlab demo: wave function




1.4 Matlab demo: wave phase





Senin, 04 Maret 2013

[bs] Solusi Stasioner dan Non Stasioner Persamaan Schrodinger Linear Menggunakan Finite Difference

1. Solusi non-stasioner sebuah partikel yang berasal dari ruang vakum menghantam dinding potensial.

1.1 Tanpa absorbing boundary condition (ABC)





1.2 Menggunakan absorbing boundary condition (ABC)



Rerefensi :

Frederick Ira Moxley III, Fei Zhu, Weizhong Dai, A Generalized Method with Absorbing Baoundary Conditiions for Solving a Time-Dependent Linear Schrodinger Equation, American Journal of Computational Mathematics, 2.163-172, doi:10.4236/ajcm.2012.23022, 2012



2. Solusi stasioner partikel yang terkurung dalam potensial tak berhingga.

2.1 Bilangan quantum n = 1



2.2 Bilangan quantum n = 2



2.3 Bilangan quantum n = 3



Referensi :

Supriyo Datta, Quantum Transport: Atom to Transistor, Cambridge University Press The Edinburgh Building, Cambridge, UK, 2005. www.cambridg e.org /9780521631457